Kamis, 07 April 2011

Stop Merokok


Merokok merupakan  hal yang sangat sakral buat saya pribadi.
Kenapa? Karena saya mengidap penyakit paru-paru sejak bayi , jadi merokok hanya akan membuat penyakit saya kambuh.

Berikut ini alasan alasan absurd para perokok yang belum mau berhenti merokok  yang sering mereka kemukakan :

1.       Kakek saya perokok tapi umurnya panjang

Blaaah alasan apa ini , menurut saya ini alasan paling ga masuk akal dan bener-bener ga bisa dianalogikan.

Oke kakek situ yang umurnya panjang , tapi beratus-ratus kakek orang lain meninggal karena dampak buruk merokok. 

Mereka cuma bicara sepotong kasus , ini sama kayak menilai mobil bagus ato jelek dilihat dari tutup pentil ban-nya aja

Kalo secara overall , resiko kematian karena penyakit yang ditimbulkan karena merokok masih tinggi. 
Setidaknya itu yang disebutkan dokter spesalis paru-paru dulu ketika saya berobat.

2.       Kasihan buruh rokok bisa di PHK kalo kita berhenti merokok

Kalo memang niatnya mau bantu buruh rokok , beli saja rokoknya tanpa harus dikonsumsi. 

Mubazir? Ooh tentu tidak , definisi mubazir adalah menjadi sia-sia atau tidak berguna atas sesuatu yang bermanfaat. Kayaknya sih rokok belum bisa dikategorikan sesuatu yang bermanfaat. 

Oiya waktu kecil , saya sering jilat-jilatin ujung rokok (filter) punya bapak saya , enaaak , maniiis.
Mungkin trik ini bisa dilakukan para perokok untuk membeli rokok , tanpa harus dibakar.

3.       Apa peduli anda, ini hak saya merokok di mana saja karena udara milik semua orang

Aneh? For sure.... Memang sih kalo kita lagi memperjuangkan sesuatu yang bener-bener kita suka/cinta , alesannya suka aneh-aneh dan di luar nalar , seperti aksi Rafael SM*SH ketika rela berhujan-hujanan demi mendapatkan kembali cinta Putri yang mulai membuka hati untuk Morgan SM*SH di gala cinema Cinta Cenat Cenut..... *sunyi senyap*

 eheem , maaf saya keceplosan.. lanjut ya...

Saya speechless dengan alasan perokok yang satu ini. 

Kalo memang udara punya semua orang tanpa harus menghormati sesama , saya pengen banget kentut di depan hidung orang lain , toh saya juga berhak atas udara di depan hidung orang lain itu.

Mungkin perokok yang sering menggunakan alasan ini , otaknya sudah terpapar zat beracun rokok , sehingga kurang bisa berfungsi maksimal.

4.       Biar dibilang gaul dan keren

Damn... Ini paradigma dari mana! 

Gaul dan keren mah lebih ke fisik , penampilan luar dan pembawaan diri itu sendiri.

Kita ambil contoh : 
Ada 2 orang , si A mirip andhika kangen band dan si B mirip Vino G. Bastian. 
Si A ngerokok dan si B cuma makan permen karet. 

Hayoo mana yang lebih gaul dan keren? (bukan berarti andhika kangen band ga keren , saya ga bilang lho ya, kan cuma andai-andai)

5.       Bisa ga semangat kerja kalo ga merokok

Aaah ini mah bisa-bisanya situ aja... Jangan manja deeeh.

6.       Mending jadi perokok aktif daripada jadi perokok pasif , akibatnya bisa lebih parah

Saya setuju dan dokter pun membenarkan akibat/dampak untuk para perokok pasif lebih berbahaya. 

Tapi saya sih lebih memilih berusaha mematikan sumber masalah ketimbang membuat masalah baru. 

Saya lebih suka mengingatkan para perokok aktif untuk berhenti merokok atau pun lebih menjaga jarak ketika ada orang merokok di deket saya.

7.       Emansipasi wanita (alasan tambahan dari para cewek-cewek perokok)

Buseeet dah......

Emansipasi wanita kok buat hal-hal yang ga berguna begini ya..

Kasihaan R.A. Kartini , betulkan , Ipin? 
Ipin : Kasian.. kasian.. kasian...

Beliau udah cape-cape mengangkat derajat wanita dengan emansipasi , tapi cuma dibuat pembenaran merokok.

Mending emansipasi di bidang lain atuh , Neng geuis. 

Gantiin cowo buat ganti galon air , benerin genteng ato dorong mobil mogok kayaknya lebih berguna daripada emansipasi ngerokok.

########

Itu tadi 6 alasan (plus 1 alasan khusus) yang paling sering saya denger ketika saya menanyakan alasan “ kenapa kamu ngerokok?”.

Padahal ya di kotak rokoknya itu udah jelas jelas dicantumin tulisan “Merokok dapat menyebabkan kanker , serangan jantung , impotensi dan gangguan kehamilan janin”. 

Kok ya masiiiiiih ada aja yang merokok.

Apalagi kalo yang ngerokok cewek cantik kayak barbie gitu , ga sayang apa kalo giginya kotor , bibirnya item dan yang paling parah sih paru-parunya juga bakal kotor , belum lagi kalo kena gangguan kehamilan dan janin.... Amit-amit jabang bayi.


Ada sedikit percakapan antara saya dengan bapak , percakapan yang masih saya ingat sampai sekarang , karena saya jarang sekali bisa menang omongan kalo melawan bapak. Begini ceritanya :

Dulu waktu saya kecil , suka banget main petasan, kembang api dkk. Dan bapak selalu marah kalo saya main petasan.

Bapak: “ Kamu beli petasan itu sama aja kayak bakar duit “ . 

Saya tau , bapak pasti mau bilang begitu , lalu saya bales dengan alasan yang sudah saya rumuskan semalam suntuk sebelum memutuskan membeli petasan.

Saya:  “ Memang bapak kalo beli rokok pake daun? “

SKAK MAT. 

Bapak : “ yaudah mainnya hati-hati ya ”, pergi dengan langkah gontai.

Cesssss.... DOOR DOOR DHUAAAR.

######

Mari kita tinjau berapa duit yang dibakar seorang perokok..

Pedekatan perhitungan :

+ Harga rokok sebatang = Rp 800,- (dirata-rata)
+ Intensitas merokok 1 hari = 3 kali 
(sangat jarang orang yang merokok hanya 3x sehari)
+ 1 tahun = 365 hari

Jadi kalau dihitung, biaya per tahun untuk merokok = 800 x 3 x 365 = Rp 876.000,-

Wow , lumayan ya , itu padahal hanya untuk intensitas 3 kali sehari , padahal kenyataannya orang merokok bisa sampai 1 bungkus sehari  dan itu juga hanya perhitungan selama setahun , lah kalo udah ada yang merokok 10 ato 20 tahun , makin dahsyat lagi jumlahnya.

Jujur saja , saya pernah beberapa kali mencoba rokok dengan merk yang berbeda karena saking penasarannya.
Tapi hasilnya tetap sama : batuk lalu muntah , dan muntah membuat saya lapar , lapar mengharuskan saya untuk makan. 
Aaah ujung ujungnya keluar duit lagi. 

Jadi buat saya , merokok itu ga ada untungnya sama sekali. 
Selain bisa membuat penyakit saya kambuh , isi dompet saya juga bisa gonjang ganjing.

Jadi saat ini gampang saja bila mau menyuruh orang berhenti merokok.. Tinggal bilang

“Anda ingin mendapatkan uang minimal 876.000 rupiah per tahun? Berhenti merokok sekarang!!”

Saya rasa tagline ini lebih efektif ketimbang slogan “ Berhenti merokok , sayangi jiwa anda”.

-selesai-