Buat para blog-walker yang pengen ketawa ketiwi , maaf banget kalo fiturnya tidak tersedia pada postingan kali ini , karena ga ada joke yang seperti pada post-post sebelumnya.
Tulisan kali ini special edition 25th wedding anniversary buat orang tua saya , jadi saya akan bercerita tentang mereka.
Inilah sosok tingkah dan laku mereka.
BAPAKKE
Bapak saya adalah orang yang sangat sangat open-minded , bisa menerima perubahan jaman dan dapat mengikutinya dengan baik , terbukti dari CD musik kesukaan dia = D’massiv , tetapi ketika dia bersenandung lagu D’massiv , kenapa terdengar seperti lagu Broery Marantika. Ah sudahlah...
Ada satu kisah yang menarik dari bapak , yaitu riwayat binatang peliharaannya , ga pernah ada yang bener dan selalu berakhir tragis.
- 1. Burung beo
Namanya Begijul , itu juga setelah pertimbangan cukup lama , sebelumnya akan diberi nama Begojret (seriously Dad , daftar calon nama cantik dari planet apa ini ?!). Burung ini dirawat semenjak belum bisa bicara satu patah katapun dan sampai akhir hayatnya , dia cuma bisa menirukan suara mesin mobil yang sedang di-start dan suara orang ngeden (mengejan pada waktu buang air besar). Tidak heran karena letak kandangnya memang sangat dekat dengan garasi dan kamar mandi. Hidupnya pun berakhir mengenaskan di tangan kucing garong dan dimakan habis , hanya bersisa kandang , bulu-bulu berserakan dan darah yang berceceran.
- 2. Kura kura
Belum sempat diberi nama , sudah terlanjur melarikan diri , mungkin karna bosan diberi makan kol , kol dan kooool setiap hari. Jika saya jadi kura-kura tersebut , mungkin saya juga lebih memilih kabur dan memilih mengambil resiko mati kelaparan ataupun terlindas mobil di jalan daripada tiap hari dicekoki kol dan ditaruh di dalam ember.
- 3. Burung merpati/dara
Tidak jauh beda dengan burung beo , mati mengenaskan , tetapi kali ini bukan ditangan kucing melainkan di tangan kami , karena pada suatu malam , tiba-tiba pengen makan burung dara dan malas keluar rumah. Aaah tidak heran burung merpati menjadi lambang pembawa perdamaian , karena setelah memakan burung tersebut , perasaan kami menjadi damai dan tenteram , eh atau hanya efek dari kekenyangan? entahlaaah..
- 4. Ikan
Ada beberapa jenis ikan yang bapak sempat pelihara.
Yang pertama ikan koi : dalam sekejap megap-megap dan tewas massal karena bapak lupa menyalakan aliran oksigen.
Yang kedua dan sampai sekarang adalah ikan nila , mas dan patin.
Alasan bapak memelihara ketiga jenis ikan ini agar jika suatu saat mati , bisa dimakan.
Jujur saja , ini niatan yang sangat psikopat dalam memelihara ikan di kolam hias. Membuat saya berfikir , jangan-jangan dulu tujuan membuat saya juga karena mau dimakan kalau-kalau krisis pangan melanda Indonesia.
Dan walhasil dari niatan yang menyimpang tadi = ikan-ikan ini bertahan hidup lama.
Tiap hari bapak duduk di dekat kolam sambil bergumam “ Kapan ada yang mati sih ini “.
Sampai beberapa hari yang lalu , ada seekor ikan nila yang berenang miring , entah karena apa. Apesnya ikan itu , bapak melihat kejadian tersebut.
Bapakke: “ Eeh eeeh ada yang miring miring ini , mau mati pasti ini ”, teriak bapakke senang.
Tanpa basa-basi , bapak mengambil wadah untuk mengambil ikan (naas) tersebut.
Bapakke: “ Ini , Bu , gorengin ya ”, sambil bawa ikan yang masih megap-megap.
Mamakke: “ Ah aku ga mau bersihin , kasian ikannya masih megap-megap mulutnya , bapak yang bersihin , nanti aku yang masakkin ”, teriak ibu dari dalam kamar.
Bapakke: “ Oke , kubersihin di dapur ya , tapi gimana caranya? ”, teriak bapak dari dapur.
Dan terjadilah petaka percakapan dari dapur dan kamar via teriak-teriak ala orang barbar. (FYI: jarak dapur dan kamar sekitar 10 meter)
Bapakke: “ Ini gimana ? ”.
Mamakke: “ Sisiknya dibersihin dulu pake pisau ”.
Bapakke: “ Udaaaaah , terus diapain lagi ? ”.
Mamakke: “ Yaudah dibelah perutnya , dibersihin jeroannya ”.
Suara dari arah dapur: JDAAAAAK .
Saya kaget , karena suaranya cukup keras dan cukup aneh , kenapa memebersihkan ikan , ada suara kayak lagi motong daging sapi.
Saya: “ Ngapain , Pak ? Bersihin ikan kok kenceng banget suara pisaunya ? ”, sembari melihat ikan yang menjadi korban.
Saya: “ ASTAGAAAAAAaaaaa , kenapa jadi begini ikannya ? ”, saya syoook berat.
Bapakke: “ Loh habis kata ibu tadi disuruh belah ikannya ”, berkata tanpa dosa.
Saya: “ Buuuuu , ini lho buuuuk , liaaaat niii...”.
Mamakke : *berlari menuju dapur* “ Ya ampuuun , tega banget bapak !? ”.
Bapakke : “ Kan ibu tadi yang bilang dibelaah perutnya ”.
Mamakke: “ Ibu bilang dibelah perutnyaaaaa , bukan dipotong badannyaaaaa , astagaaa gimana rasanya , masi idup terus badan dibelah jadi dua. Udah sini biar ibu lanjutin “.
Bapakke: “Oooh gitu ya , ya ga papa lah , biar cepet mati ”, ngeloyor santai.
Singkat cerita , ikan tersebut sudah terhidang di meja makan (dan cuma bapak yang tega makan).
Bapakke: “Ga ada yang mau ni ? Manis lho , enak banget , segeerr ”.
Psycho abiiss..
Ya begitulah kira-kira sekelumit cerita dari bapak saya. Lucu , menyenangkan tapi serius dan bijaksana juga beliau lah ahlinya.
![]() |
| ini foto yang saya ambil pada waktu bapak mau mengambil si ikan naas. |
MAMAKKE
Dari dulu keluarga kami memang sangat sangat tidak suka menggantungkan seluruh pekerjaan rumah pada asisten rumah tangga (terutama si mamakke ini)
Pada suatu hari , saya penat akan semua pekerjaan rumah tangga yang dibebankan ke saya.
Proteslah saya ke istrinya bapak....
Bingung?
Okeeeee.. emak sayaaaa.
Saya: “ Mak , aku capek.. Ngapain sih ada pembantu kalo ga disuruh-suruh ? Udah gajinya gede , kerjanya dikit ”.
Mamakke: “ Huss... wong ini juga rumah kita , masa ga mau ngerawat sendiri ”.
S: “ Mamakke , yang namanya pembantu itu ya tugasnya ngerawatin rumah kita , makanya dia dibayaaaaaaar. Ini sama kayak kita beli tank tapi kita berangkat perang pake bambu runcing. ”, saya makin meracau.
M: “ Iya tapi kan dia pembantunya ibu , kamu ga punya pembantu... iya kalo nanti pas kamu punya rumah sendiri , bisa nyewa pembantu , lha kalo ga bisa , gimana ? Masa mau nyuruh mamakke bersihin rumahmu ”.
S: *menelan ludah* “ iya ya , mmm memang ga boleh pinjem pembantunya mamakke ? ”
M: “ Kamu pinjem duit aja ga dibalik-balikin , malah mau pinjem pembantu !! NO WAY ”.
S: *terdiam* ga berani membantah lebih lanjut , daripada nanti ujung-ujungnya disuruh bayar utang...
M: “ Tau ga ? Malah nanti ibu pengennya ngasi warisan alat pel lantai , buat kamu dan adek-adekmu ”.
Seketika itu saya langsung lanjutin ngepel lantai daripada nanti warisannya ditambah kemoceng dan alat cuci piring.
Itu tadi sedikit kisah tentang ibu saya dengan segala prinsipnya. Bahkan beliau masih mengerjakan urusan-urusan rumah , padahal urat leher dan tangannya masih dalam pengobatan dokter karena ada beberapa urat yang terjepit.
Saya jadi malu kalau melihat semangat ibu untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan sendiri.
Tapi saya yakin satu hal , pasti beliau begitu karena ingin menanamkan sesuatu yang baik untuk anak-anaknya.
Tenang aja buk , saya akan berusaha memahami jalan pikiranmu dan berusaha meneladani semangatmu.
![]() |
| ini baru sebagian kecil warisan dari Ibu untuk anak-anaknya. |
Yap itu tadi Bapakke dan Mamakke , tanpa mereka , saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana hidup saya.
Di dalam doa setiap selesai beribadah, pasti saya berdoa untuk mereka.
" Dan bila Tuhan berkenan , jangan ambil mereka sebelum saya dan adik-adik saya bisa bertanggung jawab atas hidup diri sendiri , keluarga dan masyarakat. Saya mohon sekali lagi , Tuhan..... Jangan ambil mereka sebelum saya bisa membahagiakan mereka , sebelum mereka bisa tersenyum bahagia melepas anak-anaknya untuk menjalani kehidupan yang sesungguhnya. Saya mohon , Tuhan.... Mohon dengan sangat. Amin"
Happy 25th wedding anniversary , Mom & Dad... Love you
-selesai-


Happy anniversary tante dan om :)
BalasHapusTetep lucu iniii. Sukaaaa!
Iya, bapak gue jg yg paling tega kalo makan binatang (mantan) peliharaan....
@ade paramitha : aaaah dusta kamuuuh...hehehee.. tenkyuuh ade, ;9 ... hahaha
BalasHapushuahauhuhauhahahahuaa..
BalasHapustetep aja ada lucu2nya kakaaaaaakkk
*ngakak koprol*
happy 25th anniversary yaaaaa om & tante..
semoga semakin ngehits & gaul & sehat & kau, mas bra, semoga bisa membahagiakan mereka. amiiin :)
idem diatas
BalasHapus@chiil : haha iyeee, makasiih chiiiilll, nanti ucapannya kusampein ke ikan patin ku.. #lhadhalah
BalasHapus@kesana kemari : idem di atas.. hahahaha
wakakakakaka kirain betulan ga ad yg bikin ketawa *katanya kan mw nulis rada serius tuh*
BalasHapusealah twnya bikin ngakak jg!
:))
kyknya bakat humormu nurun dr bpkmu deh mas, hmm..
btw selamat ultah pernikahan perak bwt papa mama mas bra :)
Terharu brur.mantab lah tar kerja jd penulis aja kau..haha..
BalasHapusCrita ttg si tiiitttttt.ekwkwkwkwk..
Hepi anniversary Bokap n Nyokap Aryo.. :)
@Riri: haha iya ri, itu nulisnya udah serius , cuma emang ceritanya aja yg aneh.. :)) , anyway, makasiih ucapannya...
BalasHapus@Erik Yerzy Aditya: untung di-tiiiit, klo ngga, tak datengin rumahmu, tak curi iPhone-mu.. ahaha, makasiih buat ucapannya ,Rik
Brarioooo! Udah lama gue gak baca blog lo. Aseli aseliii ngakak gueee. Bagus Bra tulisannya! :) :)
BalasHapus@batari saraswati : ah kamyuuh.. bisa ajaaa.. eyke jadi mayuuk,,, hahaha, udah keliatan kan bat.. bakat konyol gw, gw dapet darimana,, haha
BalasHapuseniwei, makasiiih loh dibilang bagus.. ;p